Pages

Ads 468x60px

Labels

Kamis, 14 Oktober 2010

Inspirasi by HK (Hellen Keller)

Gamau bahas kisahnya HK, karena mungkin semua udah tau. Gue aja yang suka norak, nonton dvdnya mpe berkali-kali. haha

cuma mau share quote nya ja, dapet dari bukunya siapa ya tadi pas baca di perpus diknas (pikun.com) gini nih katanya :

" Pintu kebahagiaan itu banyak. Jika ada satu yang tertutup maka akan ada pintu kebahagiaan yang lain yang akan terbuka. Hanya sayangnya kita seringkali berlama-lama menatapi pintu yang sudah tertutup itu. Sehingga kita takbisa melihat pintu baru itu...." (HK)

hmmmmmmmmmmmmmm...
Yayaaya, kita seringnya hanya fokus pada kegagalan yang kita lami, pada kekurangan yang kita miliki, pada kesedihan yang menghampiri.

Kita suka lupa kalo hidup itu gaaaa akan selanya sedih, ga akan selamanya gagal, ga akan selanya jadi orang lemah.

Kenapa???

Karena ada banyak kebahagiaan lain yang menanti kita, ada banyak keadaan baik yang harus kita ciptakan dan rasakan.
Ada banyak hal-hal yang lebih positif yang harus kita optimalkan


Kata Ratih Sang (kata pengantar di REmbulan tenggelam diwajahmu), " kita tak boleh punya waktu untuk berandai-andai"

Tak boleh berandai-andai atas takdir yang telah ditetapkan-dan telah terjadi pada diri kita. Smua yang di berikan oleh Allah itu adalah rencana yang sebaik-baiknya rencana. Kita hanya boleh merubah takdir yang belum terjadi: dengan berbuat baik, melakukan kebaikan dengan ikhlas. tulus.

Quote terakhir dari (lupa lagi buku apa):

"kebaikan itu adalah mata uang yang berlaku di seluruh dunia"


*kok, ga nyambung ya tulisannya??
Yowis gapaapa, yag penting bisa diambil manfaatnya yahhh.
hehehehe
(senyum gajelas)


Salam. LAlaTitiFaFaH

Buku, buku, buku

Kadang aku suka kesetanan kalo ngeliat tumpukan buku, berderet2 di rak toko buku paling gede di matraman itu. GRAMEDIA
Rasanya pengen dibeli semua, tapi apatah daya..
kantong mahasiswa harus selalu prihatin.

Ya sudahlah kalo kata si bondan (Bukan)winarn mah
baca gratisan juga asyik
Yup...
dapet 3 buku.
Tere LIye,
Komik cantik
dan Buku masak. Gratis dong.
hahaha :P

Gadis rapuh ini Tuhan, ingin Kau peluk

Jauhlah jika kata sempurna yang ingin ku cecap.
Mungkin ke garis bayangMu saja aku tak mampu beringsut
Gadis ini Tuhan...
Kadang serapuh remah roti yang tertiup angin-kerontang dan terkulai lemas.

Tuhan, kadang aku ingin bertanya padaMu: kapan sih lelaki langit itu datang?
Apa ia akan datang bersama cahaya subuhMu yang tenang itu?
Atau ia menungguku di punggung senja yang terkuas tinta warna jingga?

Aku hanya ingin tahu sedikit saja tentangnya, Tuhan..
Sedikit saja..

Agar aku tak sering berandai-andai,
agar aku tak menggumam sebuah nama.
Ah,nama itu Tuhan..
Tak juga mau enyah dari benakku sejak tahunan lalu
sampai aku lupa kapan persisnya itu.
Yang pasti waktu itu aku berterimakasih padaMu tlah mengenalkanku pada rasa itu.


Tuhan, gadis rapuh itu sempurna tergugu..
menangis sebentar saja-nanti disambung disepertiga malam ya, Tuhan

Peluk aku lagi, seperti malam-malam biasanya...
Saat aku merasa tak rapuh lagi.
Bagaimana bisa aku merasa rapuh dalam pelukan MahaHangat milik tanganMu ?

Selasa, 07 September 2010

JOGJAAAAAA

Alhamdulillah akhirnya bisa mudik juga

jogja,selalu berhati nyaman

Finally saya bisa liburan jo

Sabtu, 28 Agustus 2010

catatan akhir agustus, surat keluhan

Agustus berlalu sebentar lagi, ah mengapa semuanya terlalu cepat berjalan. tapi terkadang aku juga memang ingin semuanya cepat berlalu. Aku muak tinggal di jakarta, semakin hari semakin terasa sesssak. That's why aku selalu mencari cara untuk bisa pulang ke rumah. Aku butuh udara segar, itu saja!.
Aku tak suka jakarta yang sesak,
Aku tak suka jakarta yang penat, gerah dan terburu-buru.
Ah, aku lelah.

Tapi aku harus bertahan, setidaknya untuk tiga tahun ke depan. Sampai S,pd dan Sarjana konselor di tangan. Terdengar sangat study oriented banget. Apalagi kalo dengar rancangan masa depan yang disiapkan oleh Bapakku: jadi PNS dan hidup bahagia bersama keluarga barumu, yes menikah. hmmm, rancangan yang manis tapi juga pahit.

Aku hanya ingin menjadi aku, itu idealism di kepalaku. menggedor syaraf sampai pening rasanya.

Tuhan, jika bisa aku ingin hidup damai saja setelah ini.
Tak ada jakarta, tak ada ritme kerja yang bikin mual.
Aku hanya ingin merdeka: jadi apa yang aku mau.

Ah, mungkin orang bilang aku belum menyelesaikan tugas perkembanganku untuk mencari identitas diri. Kalo emang begitu emang kenapa?
di hati aku yang paling dalam nih, kalau ada yang bisa baca, keinginan aku gak pernah muluk-muluk kok: aku cuma pengen jadi Ibu rumah tangga yang bahagia dengan banyak anak dan menulis di rumah.

tak usahlah aku kerja di luar, capek kayaknya.
Terus ngapain orangtua lo biayaian kuliah lo mahal-mahal?

BIAR GUE PUNYA BANYAK ILMU MAHAL buat anak-anak gue. Karena mereka akan jadi anugerah termahal buat hidup gue.

Oh, Tuhan.. besok penghujung agustus, tanggal tigapuluh> MASUK KULIAH LAGI!
Please Tuhan, aku pengen liburan.

dari sini ku mulai

repost note fb :
Dari sini ku mulai..
Seperti gelapnya hujan yang turun di sore itu. Aku masih menggenggam erat ketakutan itu. Berharap setelahnya kutemukan segaris pelangi yang beriringan dengan datangnya langit cerah kembali. Ku tunggu ia, sampai letih rasanya. Namun aku hanya menemukan titik air yang terus membesar, menggenang, basah !.
Mungkin ini bukan lagi soal cerah dan gelap atau soal pelangi dan cahaya..
Ini soal mampukah kita tetap mencipta indah dalam keterbatasan atau hanya mampu terpuruk, meratapi, dan mencaci. Belajar pula dari air, ia menyejukkan namun dapat pula berkeras saat melunakkan batu sungai yang kokoh, hanya butuh tetesnya walau harus menunggu bertahun .
Itulah hidup, bahagia atau tidak kita yang memilih.
Pilihannya hanya ada BERJUANG atau MENYERAH. Dan dari semuanya, hanya butuh WAKTU untuk mewujudkannya.
Bukankah untuk dapat merasai manisnya sepucuk sendok gula, ada banyak waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya menjadi gula?.
Jika itu manis, perih, luka, atau kecewa, hanya butuh hati yang lebih kuat untuk melaluinya.