Pages

Ads 468x60px

Labels

Jumat, 18 Februari 2011

cinta, cantik dan pelik

kemarin kan saya baca quote nya Pak Mario teguh, gini nih bunyinya :
"cinta, cantik dan pelik"

Dalem banget deh bacanya. Yah, as we know cinta memang cantik, indah, menyenangkan, membahagiakan, dan perumpamaan apapun lagi deh tentang si cinta itu. Tapi itu akan terjadi kalo kita bisa memperlakukan cinta itu dengan sebaik-baiknya perlakuan. jaga keindahan si cinta itu. Dengan jalan dan cara yang terbaik. Biar dia ga berubah menjadi sesuatu yang pelik dan pada akhirnya akan menyulitkan kita.



Cinta, sungguh aku terpesona oleh indah katamu
Kedalaman maknamu-namun, sampai di saat ini aku belum mampu memperlakukanmu dengan perlakukan seindahmu.

Aku hanya mohonkan kepada pemilik Segala CInta, agar Ia mau mengindahkanmu didalam hidupku. Semoga DIA mau menitipkan keindahan mu cinta, di hidupku..

Selamat datang cinta, terimakasih telah mengizinkan aku mengeja namamu.

:)

wah, baru maen ke rumah lagi :)

Rumah saya ini nampaknya sudah sangat tebal debunya. Jarang dikunjungi gitu loh.. hemm, terkahir nulis-nulis ya bulan november itu. Sisanya ga tahu kemana. 2010 telah berakhir, saatnya mimpi-mimpi baru di rancang. Ga berasa udah semester 4 aja perkuliahan saya. Sebenarnya banyak hal menarik yang terjadi dipenghujung semester 3 kemarin. Perkuliahan asesmen yang banyak menyita waktu, tenaga, fikiran, emosi dan airmata, bahkan menguras isi kantong juga. hehe.. tapi alhamdulillah berakhir dengan nilai bagus gilang gemilang. Semua pengorbanan kelompok saya terbayarkan.

Semester tiga kemarin juga sempet ngerasa kurang maksimal sih dalam proses nya. Gila itu semester tergalau yang pernah saya alami, perkuliahan yang padat, tuntutan penyelesaian proker di BEMJ tempat saya berorganisasi, masalah pribadi yang ruwet njelimet (yang sampai sekarang pun belum kelar. hehe , bikin saya drop banget. Nilai-nilai akhir pun berserakan di angka B, lebih nyesek lagi pas liat nilai TBP (matkul mkdk yang sempet saya sepelekan) yang dapet nilai C. Bayangkan, C!. Seumur2 baru deh ngerasain nilai ini. Cuma berdua lagi sama Arga.. sh*t man !. Akhirnya waktu liburan dihabiskan untuk berwara-wiri ngurus perbaikan nilai berdua sama Arga.
Sumapah, saya benci sama keribetan birokrasi kampus saya tercinta. Segala sesuatu yang berkaitan dengan administrasi kenapa selalu dipersulit. Saya dan arga udah kayak orang linglung aja yang di oper sana oper sini ngurus surat2 perbaikan. Di tambah lagi muka-muka asem birokrat, kayaknya senyum2 mereka udah abis menguap di jalanan jakarta pas mereka berangkat ke kampus. Heuhh.

Dan taaraaaa, setelah melewati proses pengurusan perbaikan nilai yang riweuh akhirnya nilai kami berubah menjadi B. Ya, better lah, alhamdulillah ga bikin IP kita ngedrop banget.

Now is bulan Februari, sekali lagi saya emang kelamaan ninggalin rumah ini. Ada banyak cerita indah, bahagia, sedih,d an duka yang mungkin terlewatkan. Hehe..
Sekarang ceritanya udah semester empat (ih wow, menginjak tahun ke dua di kampus).
Perkuliahan nampaknya akan semakin berat (secara ngeliat jadwal yang bikin hati selalu berucap, subhanallah :p). Pulang malam hampir setiap hari. Mandi selalu diatas jam 8 malam. Makan makin kacau (dari dulu ieu mah). Intinya saya masih dalam tahap penyesuaian di semester ini. Semester ini juga merupakan tahun kedua kepengurusan saya di BEMJ BK tercinta. Kepengurusan sekarang ceritanya saya didapuk jadi salah satu BPH (Badan Pengurus Harian) oleh Bapak Arga selaku ketua BEMJ kami (hahay), tepatnya di departemen pendidikan. Sedangakan departemen lain dipegang oleh sohib2 saya yang lain : kestari sama mesy, wakil ketua sama sitong, bendum sama yeyes, kemahasiswaan sama nurul, dan psdm sama rinay.

Actually, saya masih belum kebayang sih gimana nantinya ngejalanin amanah ini. Tapi saya janji sama diri saya sendiri bahkan berusaha komit sama tugas ini sampai kahir kepengursan. Aamiin.

Jumat, 12 November 2010

puisi kasih rendra

DENGAN KASIH SAYANG
Oleh: W.S. Rendra

Dengan kasih sayang
Kita simpan bedil dan kelewang
Punahlah gairan pada darah

Jangan!
Jangan dibunuh pada lintah dara
Ciumlah mesra anak jadah tak berayah
dan sumbat jarimu pada mulut peletupan
karena darah para bajak dan perompak
akan mudah mendidih oleh pelor

Mereka bukan tapir atau budak
hatinya pun berurusan dengan cinta kasih
seperti jendela yang terbuka bagi angin sejuk

Kita sering kehabisan cinta untuk mereka
Cuma membenci yang nampak rompak
Hati tak bisa berpelukan dengan hati mereka,
Terlampau terbatas pada lahiriah masing pihak

Lahiriah yang terlalu banyak meminta
Terhadap sajak yang paling utopis
bacalah dengan senyuman yang sabar

Jangan dibenci para pembunuh
Jangan dibiarkan anak bayi mati sendiri
Kere-kere jangan mengemis lagi
Dan terhadap penjahat yang paling laknat
Pandanglah dari jendela hati yang bersih

KEMATIAN, SEJATINYA ADALAH SEBUAH PEMBEBASAN

Malam rabu, 9 november 2010: 20.47
Azzahrah, ditemani segelas penuh air putih, nyanyian si Bondan, dan sepi hehe.

Phuihhh, akhirnya aku bisa melalui hari ini dengan cukup baik (really?) kayaknya engga deh ipeh , tapi not bad lah.

Setidaknya, awalnya ku fikir hari ini akan melulu soal duka, soal airmata, ternyata tidak. Sudahlah pagi ini di buka dengan kabar kepergian orang-orang tercinta dari orang terdekatku
Kabar pertama datang dari ka Iis, finally, Abahnya berpulang..
Aku yakin Ka Is, ini memang rencana terbaik yang telah disiapkan Allah tuk Abah, aku yakin Abah lebih bahagia menjemput hari ini, menjemput kepulangannya ke rumah abadinya, yang entah besok atau lusa kita juga akan menyusulnya Kak, tinggal menunggu waktunya saja. Kaka yang kuat yah, yang tabah..
Abah sudah berbahagia di sana..
Insya Allah.
Kabar kedua dating dari mbak Lia sahabatnya mbak Salsa, adiknya mbak Lia meninggal juga. Ya Rabb, kami sekostan langsung speechless. Baru saja kemarin2 kami berusaha mencarikan terapis untuk ka Sinta, sampai kita telpon2 klinik pak Dadang Hawari yang harga konsultasinya ternyata selangit juga. Tapi, lagi-lagi Allah lebih Maha Tahu apa yang terbaik untuk umatnya, Dia memilih membawa Ka Sinta pulang ke rumahNya, ka sinta akan lebih bahagia disana..
Aamiin ya Rabb.
Huffffhh, narik nafas dulu.. yapp, hembuskan perlahan, latifah !.
“Kehilangan seseorang yang kita cintai untuk selamanya mungkin akan selalu menyakitkan dan nampak tidak adil jika kita meilhatnya dari sisi kita saja. Ketidakikhlasan, kehilangan, kesedihan, manusiawi…
Tapi mungkin adalah sebuah kebahagian yang tiada tara bagi mereka yang pergi, bahagia karena mereka akan segera berjumpa Rabb nya..
Di sambut berjuta malaikat-malaikatNya yang tak pernah berhenti menasbihkan keagungan Rabbnya, malaikat yang mengiringi serta mendo’akan kepulangan mereka ke langit…”

Kematian itu sesuatu yang mutlak terjadi, kapan dan dengan cara apa kita akan mati, hanya Allah yang tahu. Kita hanya mampu berikhtiar dan berdo’a agar Allah berkenan mematikan kita dalam keadaan khusnul khotimah, jalan yang baik, yang tenang (Aamiin ya ALLAH). Pemaknaan hidup yang paling tinggi juga baru akan terjadi jika telah mampu memaknai hakikat kematian, menjadikan kematian sebagai ‘sirine’ dan lampu lalulintas hidup yang harus dijadikan pengingat yang harus ditaati tanda-tandanya. Kematian pun laksana ritual tahunan orang Indonesia: Mudik alias pulang kampung. Apa yang kita rasakan saat bisa pulang kampung? Pasti bahagia, senang luar biasa karena bisa bertemu sanak saudara, keluarga yang di rindui. Mati pun adalah mudik yang sebenar-benarnya; pulang ke kampung akhirat yang dirindui. Kampung yang abadi, yang di dalamnya terjanji sebuah tempat super indah bernama SURGA.
Allah, di sisa waktu ku yang (mungkin) tak banyak lagi tuk mempersiapkan bekal perjalanan mudik ke kampung akhiratMu, izinkan aku bisa mempersiapkan dan membawa amal kebaikan yang Kau Ridhoi, matikan aku dalam kebaikan, jadikan kematian sebagai pengingatku selalu agar aku tak menjadi hamba yang sombong dan mengagungkan hidup yang hanya sementara ini. Aamiin.

kontemplasi dini hari

Saat aku ingin mengeluhkan masalah-masalah malah membuatku melihat dan mendengarkan keluhan-keluhan serta masalah orang lain. Awalnya hatiku menolak, karena ku fikir aku saja sedang banyak masalah sendiri masa msaih harus ditambah memikirkan masalah orang lain. Kayaknya pusing banget, deh!.
Tapi aku tahu sekarang mengapa Allah menyiapkan scenario ini. Allah sedang memberiku pelajaran dari masalah oranglain. Pelajaran bahwa sebenarnya masih banyak hal yang patut ku syukuri, masih banyak hal yang harus aku perbaiki. Jika masalah mendatangi kita, maka bukan tak mungkin kita sendirilah penyebab awalnya. Walaupun mungkin ada juga kontribusi dari oranglain, tapi tetap saja kita harus terlebih dulu mengintrospeksi diri. Melihat ke dalam diri kita sebelum menjudge orang lain yang salah.
Masalah membuatku menjadi dewasa memandang hidup. Karena dengan permasalahan hidup, aku semakin memaknai hidup, memaknai kesyukuran pada Sang Maha Pemberi hidup. Jangan selalu merasa bahwa masalah yang kita miliki adalah masalah yang paling berat di dunia ini. Karena mungkin saja, itu nikmat Allah yang hadir dalam bentuk ujian. Nikmat yang baru bisa ku rasakan saat aku berhasil melaluinya..
Ya Allah, berikanku kekuatan, ketangguhan untuk bisa melalui semua ujian ini. Sungguh, Engkau yang paling mengetahui bagaimana ujung perjalanan hidupku, karena Engkaulah Sang Maha Pemilik ku, jiwa ragaku. Jika Engkau berkenan membaikkan suratan hidupku, maka indahlah kisahku, jika tidak, maka itu adalah hak Mu, sepenuhnya hak Mu Ya Rabb. Aku hanya akan berusaha segenap hati tuk membantu merubah itu menjadi indah dengan melakukan kebaikan-kebaikan. Walau ku tahu, semuanya tak akan pernah sebanding dengan kebaikan dan Kemurahan Kasih Mu Ya Rabb..



Azzahrah, 26 September 2010 : 00.26
Di awal pagi, ku awali dengan tahmid, terimalah Duhai Allah, selarik puja-puji ku: Alhamdulillah, wasyukurillah.

kontemplasi dini hari

Saat aku ingin mengeluhkan masalah-masalah malah membuatku melihat dan mendengarkan keluhan-keluhan serta masalah orang lain. Awalnya hatiku menolak, karena ku fikir aku saja sedang banyak masalah sendiri masa msaih harus ditambah memikirkan masalah orang lain. Kayaknya pusing banget, deh!.
Tapi aku tahu sekarang mengapa Allah menyiapkan scenario ini. Allah sedang memberiku pelajaran dari masalah oranglain. Pelajaran bahwa sebenarnya masih banyak hal yang patut ku syukuri, masih banyak hal yang harus aku perbaiki. Jika masalah mendatangi kita, maka bukan tak mungkin kita sendirilah penyebab awalnya. Walaupun mungkin ada juga kontribusi dari oranglain, tapi tetap saja kita harus terlebih dulu mengintrospeksi diri. Melihat ke dalam diri kita sebelum menjudge orang lain yang salah.
Masalah membuatku menjadi dewasa memandang hidup. Karena dengan permasalahan hidup, aku semakin memaknai hidup, memaknai kesyukuran pada Sang Maha Pemberi hidup. Jangan selalu merasa bahwa masalah yang kita miliki adalah masalah yang paling berat di dunia ini. Karena mungkin saja, itu nikmat Allah yang hadir dalam bentuk ujian. Nikmat yang baru bisa ku rasakan saat aku berhasil melaluinya..
Ya Allah, berikanku kekuatan, ketangguhan untuk bisa melalui semua ujian ini. Sungguh, Engkau yang paling mengetahui bagaimana ujung perjalanan hidupku, karena Engkaulah Sang Maha Pemilik ku, jiwa ragaku. Jika Engkau berkenan membaikkan suratan hidupku, maka indahlah kisahku, jika tidak, maka itu adalah hak Mu, sepenuhnya hak Mu Ya Rabb. Aku hanya akan berusaha segenap hati tuk membantu merubah itu menjadi indah dengan melakukan kebaikan-kebaikan. Walau ku tahu, semuanya tak akan pernah sebanding dengan kebaikan dan Kemurahan Kasih Mu Ya Rabb..



Azzahrah, 26 September 2010 : 00.26
Di awal pagi, ku awali dengan tahmid, terimalah Duhai Allah, selarik puja-puji ku: Alhamdulillah, wasyukurillah.

warnanovember

PUISI JUGA BUKAN, INI JUGA BUKAN PUISI

***
Sembilan-bulan sebelas-tahun dua ribu sepuluh
Sampai juga aku di satu bulan sebelum bulan terakhir tahun ini
Menuju ini, banyak ku tertatih
Tertawa
Menangis
Sepi
Rinai Hujan
Rinai Air mata
Sendiri
Senjajingga; hmm
Wangi tanah hujan
Langit biru
Koran republika
Facebook
Twitter
Blog ini
Abang
Udara pagi
Menguar ke ubun-ubun
Menyejukkan, memberi tanda; Allah selalu sayang kamu, va!
Di titik-titik saat kamu ingin terkapar menyerah
Saat kamu sesenggukan sendiri; tanpa mau membagi
Saat semuanya hanya tahu satu hal :
Kamu suka tertawa
Tersenyum
Marah, jutek, protes, represi
Sampai tahu; kamu tergila-gila padanya
Dan Allah tetap bersamamu, menjagamu, membantumu menguncupkan mata yang seringkali nakal tak mau tidur di pucuk pagi..
Selalu bersamamu, saat gamang berontak jiwa gamau menenggak racun-racun rutinan tiap minggu : obat memuakkan. Ah, bahkan aku gamau bilang itu obat; RACUN ajah he..
Racun buat lambung sensityipku,
Racun buat psikosomatis yang memunculkan diare dahsyat tiap weekend
Racun buat sakit gigi memuakkan, yang memudarkan senyum.
Racun buat sesek nafas
Haha, ngeluh mulu ge !
• dokter Tian Lucu, ih.


November ini, ada beberapa tanggal penting yang mementingkan keakuanmu, va..
METAMORFOSIS
18 november 2009
Syahid Sundana-Mbak Alfa-Kosan Azzahrah tercinta: SEMUA SKENARIO yang paling Indah dariMu, nuhun ya Allah..

26 November 2007
Si Kakak
Kakak Kedua atau entah keberapa
Ia yang tak pernah bosan menatapi layar hape, membalasi sms adiknya yang : gaptek, culun, movie freak, gila baca.
Thanks kaka, Nuhun Allah, telah mengenalkannku dengannya
Semoga kaka segera bertemu bidadari kaka, entah itu mbak Uli, Teh ndy, (walau aku tetap lebih setuju sama yang kedua, hehe.. maksa) atau siapapun.. aamiin

***
Cerita akan terus berlanjut
Seperti tanggalan, detikan, harian yang tak punya jeda untuk istirahat
Senin ke senin lagi, kilat.
Tiap episode pasti ada bagian menariknya
Bahkan di episode tersedihnya
Ah, kenapa sih sedih-sedih mulu?
Haha..

November ini juga aku bahagia, di add lagi sama teteh Sinta Ridwan, ahiw,ahiw..
Dia penulis favoritku
Memoir hidupnya yang ga sengaja aku temukan di deretan jejalan buku-buku gramedia matraman, terus aku bayar di kasir : lima puluh rebu, mahal nyooo buat kantung mahasiswa kayak aku ??

Tapi sama sekali ga lebih mahal dari pelajarannya tentang hidup
BERTEMAN DENGAN KEMATIAN (Memoar gadis penderita LUPUS)
Ya, bukankah hidup menuju itu?
Tapi, saat kamu masih diberi waktu tuk hidup, maka nikmatilah sampai kamu merasa akan mati

HIDUP HARUS HIDUP
Dengan segala makna
Pada semesta
Sampai setidaknya, ada orang di bumi ini pernah mengingat kehadiranmu di dunia ini
Memberi manfaat bagi orang lain
Yang mencintaimu
Kau cintai sampai mampus
Yang kau benci
Atau yang membencimu sampai mampus
Biarlah, suka-suka..
Lalu, di agustus-september lalu November berkisah

***
Aufa
Gadis cantik, cerdas, dan yang pasti tak serapuh aku
Padahal yang kuliah konseling itu aku; dia kimia
Haha..
Suratan kilat tiap jelang pagi

“ Qiyamulail say..”
“ semangat say”
“ barokallahu”
Ahhh, uhibbukum, ukhti cantik 
Mbakmu iki loh, masih nakal aja. Heu..
Bunda Kayla
Masalahnya yang membelajarkan ku
Tentang cinta
Tentang komitmen
Tentang kejujuran

***
PERUBAHAN
Keniscyaan, iya kah ??
Iya deh..
Kepekaan, empatik, apatis, bodo ah
Latihan,va.
Jangan lelah, jangan mudah menyerah, kayak soundtrack king itu loh
Satu tahun setengah lagi; MENUJU KONSELOR-gerbang awal ke planning lain

Malang, batu,
Bandung, jogja..
Bogor..
Lalu kemanakah, melabuhku?
Ke kota siapa?
Senjajingga akan mendahuluiku
Ia takkan pernah memberiku tempat berlabuh sepertinya; MASA BODOH, AKU HANYA CINTA. ITU SAJA..
Karawang saja atau tidak??
Nemenin mamah, bapak, selamanya..
Bahagiakan mereka yang seumur hidupnya berjuang demi kebahagiaan aku.
Kadang aku terlalu egois pada mereka
Pak bedjo, libur kuliah kamis mpe minggu aja deh..
Biar lama di rumahnya; AKU KANGEN BAPAK MAMA
***
September sampai November ini penuh hujan
Aih, aih tiap sore langit selalu tersaput sepuhan abu-abu
Kayak warna kerudung paris anak-anak FIP
Hujan, hujan, hujan..
Rahmat Allah yang indah
Tanahnya wangi
Basahan pertama; turun ke bumi
Menggelosorkan beban paru-paru

Ah, lega menghirupnya
Seperti hujan yang keberapa waktu itu
Terlalu syahdu aku tatapi dari jendela transjakarta; berdiri ga ada tempat duduk cuy !
Dari Jakarta selatan sempurna tercurah dengan deras, basah, basah, dan basah..
Gedung-gedung tinggi angkuh itu di sembunyikan langit; rasakan
Sampai di dukuh atas masih kelam..
Hujan suka begitu
Pura-pura terlihat kelam; hatimu bagaimana ??

Cerita lain tentang hujan, ia mampu menaklukan Jakarta yang suka songong ini.
Malam senin kapan, lupa aku
Jakarta purna lumpuh
Hujan sesorean sukses melumpuhkan jalanan Jakarta yang minim gorong-gorong
Yup, kampus pasar rebo hampir 3 jam ku lalui.
Macet
Gerah
Pegel
Laper
Dingin
Di 117 bareng efrin
Kuping di sumpel lagu-lagu jepang sampai pengang.
Lagu yang lain sampai dangdut..
Bosan
Dan akhirnya bersabar saja
Hehe..
Di ujung jalan Bogor itu, ku berikan sebulat balsam aku, pelega nafas buat Ibu kernet 117 yang batuk2 mulu.
Katanya : “ Makasih neng, Ibu baru narik satu rit neng, jadi balik dari BSD ke Pulogadung lagi. (Rabbi, lindungi Ibu perkasa ini)

Kalau kata EFEK RUMAH KACA : Hujan jangan marah !

***
Bentar lagi desember
Ujian akhir semester
Belajar…

Cuma pengen bisa bilang; “ Pak, IPK neng naik lagi..”

Setelah itu; liburan
Ahiw..ahiw..ahiw…
Udah ah, mau tidur matanya sepet.
Besok aku akan merangkai jalinan cerita lagi.
Azzahrah, 22: 18 jelang 10 november 