Kemarin gue sms arga :
"Ga, ada yang aneh ga sih sama gue? gw ko ngerasanya gue aneh. seperti
Rabu, 03 November 2010
akhirnya :0
Akhirnya setelah sekian lama aku menunggu untuk bisa menangis, akhirnya malam ini aku menangis juga..
Senang, lega, longsong hatiku.
Air mata kekecewaan, dan kesedihan memang harus dibuang. biar ga ngeracunin lambung. hehe.
nuhun ya Allah..
akhirnya aku bisa nyadarin kalo hati aku hancur, ada yang remuk redam, jauh lebih remuk dari badannku yang dirasa semakin remuk akhir2 ini. yah, aku semakin amles ketemu dokter S. malas sekali minum racun2 rutin itu.
Aku tau, selama ini aku hanya psikosomatis aja. Sakit karena psikis aku yang sakit. tapi, setelah tadi malam.. aku ngerasa sehat. Jauh lebih sehat,, nuhun ya Allah. As syifaa..
Senang, lega, longsong hatiku.
Air mata kekecewaan, dan kesedihan memang harus dibuang. biar ga ngeracunin lambung. hehe.
nuhun ya Allah..
akhirnya aku bisa nyadarin kalo hati aku hancur, ada yang remuk redam, jauh lebih remuk dari badannku yang dirasa semakin remuk akhir2 ini. yah, aku semakin amles ketemu dokter S. malas sekali minum racun2 rutin itu.
Aku tau, selama ini aku hanya psikosomatis aja. Sakit karena psikis aku yang sakit. tapi, setelah tadi malam.. aku ngerasa sehat. Jauh lebih sehat,, nuhun ya Allah. As syifaa..
teruntuk para pejuang..
Assalamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh..
Teruntuk all panitia Silaturahim BK 2010. Semoga catatan ini bisa lebih mewakili apa-apa saja yang belum sempat terucapkan oleh lisan saya, karena jujur saya bukan orang yang mudah mengungkapkan apa-apa saja yang saya rasakan lewat bahasa verbal. hehe. So, this is note specially for you, friends..
Check this out !
Silaturhim civitas akademika adalah agenda rutin tahunan yang dillaksanakan oleh jurusan kita tercinta, Bimbingan dan Konseling. Acara ini termaktub (cielah, bahasa gue. hehe) dalam proker Departemen kemahasiswaan BEMJ BK (KEMAH BK) dimana saya termasuk dalam salah satu staff departemen ini, tepatnya dalam sub divisi kerohanian, advokasi dan kemasyarakatan (ampe sekarang belum nemu juga akronim yg bagus buat divisi ini, hmm). Otomatis proker silaturahim ini menjadi proker langsung dari divisi saya. Lalu sang ketua Departemen Kemahasiswaan yaitu Teh Uli mengamanahkan saya untuk menjadi penanggung jawab acara silaturahim BK ini.
And the story begin from here….
Rapat proker Kemah akhirnya memilih saya untuk menjadi PJ silaturahim yang otomatis menjadikan saya sebagai SC dalam acara ini. Awalnya acara ini di PJ kan pada saudariku tercinta (cieee, ehm) Nurul, tapi kemudian di roling karena saya gamau jadi PJ proker Qurban, saya mau pulang ke karawang pas idul adha! Gamau di kampus nungguin prosesi qurban, egoistis banget ya saya! Hehe. (Maaf yaa nurul, sayang). Lalu kepanitiaan acara ini pun terbentuk (kordinator panitia lebih tepatnya, karena panitia 2010 belum masuk), singkat kata waktu pun berjalan begitu saja sampai tiba saatnya acara SWU (proker departemen PSDM ba’da MPA) dengan diadakannya acara ini maka tibalah saatnya tuk menyebarkan OPREC sama mahasiswa2 2010, kenapa harus pas SWU kak?? Ya inilah salah satu strategi perekrutan massa yang baik.. hehe.
Kalau kalian tahu, betapa bahagianya saya saat tahu bahwa OPREC terisi penuh, nuh, nuh pas SWU. Saya seneng bangetttt. Ini awal yang baik dan suntikan semangat yang mantap banget buat saya selaku SC (SC bawang, SC abal-abal hehe). Kebahagiaan saya makin bertambah saat melihat semangat dan antusiasme kalian.
Uhh, saya seneng banget deh!. Perasaan pas tahun pertama saya ikut kepanitiaan dan menangani acara ini, saya ga seantusias kalian. Hehe. Kemudian konsep acara mulai dibentuk dan rapat-rapat mulai dijalankan. Masih inget ga kalian saat kita membuat kesepakatan rapat? Soal denda-denda waktu rapat? Saya saat itu sangat salut sama kalian, sama tanggungjawab kalian. Jujur saya malu sendiri sama angkatan kalian, karena angkatan saya aja kalau ada rapat itu susah sekali untuk berkumpul. Tapi kalian beda, tiap rapat BEMJ selalu penuh, bahkan sampai berdesak-desakan.
Semua berjalan sesuai rencana dan Hari pelaksanaan semakin dekat, semua saya rasa berjalan dengan baik malah sangat baik. Kalian tetap memberikan progress yang baik, pun saat liburan dan saya sedang mudik ke jogja. Masih inget deh saya sampe email2an sama sekretaris kalian, Fitri yang mau laporin proposal. Thanks ya Dek !.
Namun ternyata tidak selamanya apa yang kita rencanakan berjalan sesuai dengan rencana. Suatu kepanitiaan tidak akan melulu berbahagia dinamika kelompok akan mutlak terjadi dan bahkan dibutuhkan didalamnya. Saya masih ingat betapa kalian mulai protes dengan keabsenan kakak2 kordinator panitia yang notabene adalah angkatan 2009 dan 2008 dalam rapat. Kalian mulai mengeluhkan sulitnya menghubungi mereka, kalian mulai mengeluhkan bahwa kalian butuh mereka bimbing dan memang tugas mereka adala membimbing kalian. Saya sangat memahami kekecewaan kalian, ini acara pertama kalian di kampus yang melibatkan kalian langsung dalam kepanitiaan. That’s why kalian sangat membutuhkan keberadaan kakak2 kordinator kalian, saya mengerti sekali hal itu. Karena saya juga pernah berada dalam posisi kalian setahun yang lalu.
Maafkan saya yang tidak bisa memberikan solusi terbaik untuk masalah ini kepada kalian. Sangat sulit untuk mengumpulkan suatu kepanitiaan secara utuh dimana anggota kepanitiaan itu berasal dari berbagai angkatan yang berbeda-beda jadwal akademiknya. Mungkin adakalanya kita bisa sekali atau dua kali mengambil jatah ‘boleh tidak masuk kelas’ kita untuk rapat atau kepentingan yang lainnya. Tapi saya yakin teman2 semua sudah sama2 paham jika kesempatan itu terbatas. Oleh karena itu saya berusaha menebus semua itu dengan berusaha memaksimalkan apa-apa saja yang bisa saya berikan kepada teman-teman. Misalkan saya jadi mau ikut2 Imam dan Fitri mengurusi segala macam surat menyurat, fiksasi proposal dan dana yang seharusnya saya tidak harus sampai turun tangan untuk itu. Hehe..
Dan hari pelaksanaan pun tiba. Acara berjalan dengan lancer dan sesuai dengan rencana. Target peserta terpenuhi, konten acara nya juga jauh lebih berbobot daripada tahun kemarin. Pokoknya dua jempol deh buat kalian (saya gamau bahas banyak, karena kita udah tahui sama tahu hehe)
Buat saya, kepanitian silaturahim ini adalah pembelajaran yang sangat berharga buat saya. Saya merasa Allah membelajarkan saya secara lebih lewat acara ini. Betapa tidak ? saya yang biasanya jadi anak acara, konseptor dan pelaksana lapangan tiba-tiba di minta untuk menjadi penanggungjawab acara yang otomatis bertanggung jawab atas keberhasilan acara ini. Saya harus bisa bersikap jauh lebih tenang daripada panitia yang lain, saya harus berfikir dengan jernih, menahan emosi, dan berusaha untuk bisa melayani kalian dengan baik, Tahukah kalian, kalau waktu itu kalian takut acara ini gagal maka mungkin saya lebih takut, lebih khawatir. Tapi saya harus menutupinya, agar kalian tetap merasa optimis dengan acara ini. Bisa dibayangin kalo saya aja udah pesimis, gimana jadinya kalian ?. hehe.
Melalui acara ini Allah sedang berusaha mendewasakan saya, membuat saya lebih dewasa dengan amanah yang lebih besar. Mungkin jika Allah tidak menakdirkan jalan ini untuk saya, maka saya tidak akan belajar makna berkorban, belajar makna kebersamaan yang lebih dalam bersama kalian.
Terimakasih, terimakasih, dan ribuan terimakasih lainnya atas semua kesabaran kalian selama bekerja sama dengan saya. Tolong dibukakan pintu maaf jika terkadang atau bahkan seringkali lisan ini melukai kalian, pandangan ini menusuk kalian, tenaga ini tidak terlalu berharga untuk memperingan beban kalian. Semoga Allah membalas segala kebaikan dan keikhlasan kalian dengan berlipat ganda.
“Seseorang yang selalu sibuk mengeluhkan keadaan, maka ia akan selalu kehilangan banyak kebahagiaan… “
Teruntuk all panitia Silaturahim BK 2010. Semoga catatan ini bisa lebih mewakili apa-apa saja yang belum sempat terucapkan oleh lisan saya, karena jujur saya bukan orang yang mudah mengungkapkan apa-apa saja yang saya rasakan lewat bahasa verbal. hehe. So, this is note specially for you, friends..
Check this out !
Silaturhim civitas akademika adalah agenda rutin tahunan yang dillaksanakan oleh jurusan kita tercinta, Bimbingan dan Konseling. Acara ini termaktub (cielah, bahasa gue. hehe) dalam proker Departemen kemahasiswaan BEMJ BK (KEMAH BK) dimana saya termasuk dalam salah satu staff departemen ini, tepatnya dalam sub divisi kerohanian, advokasi dan kemasyarakatan (ampe sekarang belum nemu juga akronim yg bagus buat divisi ini, hmm). Otomatis proker silaturahim ini menjadi proker langsung dari divisi saya. Lalu sang ketua Departemen Kemahasiswaan yaitu Teh Uli mengamanahkan saya untuk menjadi penanggung jawab acara silaturahim BK ini.
And the story begin from here….
Rapat proker Kemah akhirnya memilih saya untuk menjadi PJ silaturahim yang otomatis menjadikan saya sebagai SC dalam acara ini. Awalnya acara ini di PJ kan pada saudariku tercinta (cieee, ehm) Nurul, tapi kemudian di roling karena saya gamau jadi PJ proker Qurban, saya mau pulang ke karawang pas idul adha! Gamau di kampus nungguin prosesi qurban, egoistis banget ya saya! Hehe. (Maaf yaa nurul, sayang). Lalu kepanitiaan acara ini pun terbentuk (kordinator panitia lebih tepatnya, karena panitia 2010 belum masuk), singkat kata waktu pun berjalan begitu saja sampai tiba saatnya acara SWU (proker departemen PSDM ba’da MPA) dengan diadakannya acara ini maka tibalah saatnya tuk menyebarkan OPREC sama mahasiswa2 2010, kenapa harus pas SWU kak?? Ya inilah salah satu strategi perekrutan massa yang baik.. hehe.
Kalau kalian tahu, betapa bahagianya saya saat tahu bahwa OPREC terisi penuh, nuh, nuh pas SWU. Saya seneng bangetttt. Ini awal yang baik dan suntikan semangat yang mantap banget buat saya selaku SC (SC bawang, SC abal-abal hehe). Kebahagiaan saya makin bertambah saat melihat semangat dan antusiasme kalian.
Uhh, saya seneng banget deh!. Perasaan pas tahun pertama saya ikut kepanitiaan dan menangani acara ini, saya ga seantusias kalian. Hehe. Kemudian konsep acara mulai dibentuk dan rapat-rapat mulai dijalankan. Masih inget ga kalian saat kita membuat kesepakatan rapat? Soal denda-denda waktu rapat? Saya saat itu sangat salut sama kalian, sama tanggungjawab kalian. Jujur saya malu sendiri sama angkatan kalian, karena angkatan saya aja kalau ada rapat itu susah sekali untuk berkumpul. Tapi kalian beda, tiap rapat BEMJ selalu penuh, bahkan sampai berdesak-desakan.
Semua berjalan sesuai rencana dan Hari pelaksanaan semakin dekat, semua saya rasa berjalan dengan baik malah sangat baik. Kalian tetap memberikan progress yang baik, pun saat liburan dan saya sedang mudik ke jogja. Masih inget deh saya sampe email2an sama sekretaris kalian, Fitri yang mau laporin proposal. Thanks ya Dek !.
Namun ternyata tidak selamanya apa yang kita rencanakan berjalan sesuai dengan rencana. Suatu kepanitiaan tidak akan melulu berbahagia dinamika kelompok akan mutlak terjadi dan bahkan dibutuhkan didalamnya. Saya masih ingat betapa kalian mulai protes dengan keabsenan kakak2 kordinator panitia yang notabene adalah angkatan 2009 dan 2008 dalam rapat. Kalian mulai mengeluhkan sulitnya menghubungi mereka, kalian mulai mengeluhkan bahwa kalian butuh mereka bimbing dan memang tugas mereka adala membimbing kalian. Saya sangat memahami kekecewaan kalian, ini acara pertama kalian di kampus yang melibatkan kalian langsung dalam kepanitiaan. That’s why kalian sangat membutuhkan keberadaan kakak2 kordinator kalian, saya mengerti sekali hal itu. Karena saya juga pernah berada dalam posisi kalian setahun yang lalu.
Maafkan saya yang tidak bisa memberikan solusi terbaik untuk masalah ini kepada kalian. Sangat sulit untuk mengumpulkan suatu kepanitiaan secara utuh dimana anggota kepanitiaan itu berasal dari berbagai angkatan yang berbeda-beda jadwal akademiknya. Mungkin adakalanya kita bisa sekali atau dua kali mengambil jatah ‘boleh tidak masuk kelas’ kita untuk rapat atau kepentingan yang lainnya. Tapi saya yakin teman2 semua sudah sama2 paham jika kesempatan itu terbatas. Oleh karena itu saya berusaha menebus semua itu dengan berusaha memaksimalkan apa-apa saja yang bisa saya berikan kepada teman-teman. Misalkan saya jadi mau ikut2 Imam dan Fitri mengurusi segala macam surat menyurat, fiksasi proposal dan dana yang seharusnya saya tidak harus sampai turun tangan untuk itu. Hehe..
Dan hari pelaksanaan pun tiba. Acara berjalan dengan lancer dan sesuai dengan rencana. Target peserta terpenuhi, konten acara nya juga jauh lebih berbobot daripada tahun kemarin. Pokoknya dua jempol deh buat kalian (saya gamau bahas banyak, karena kita udah tahui sama tahu hehe)
Buat saya, kepanitian silaturahim ini adalah pembelajaran yang sangat berharga buat saya. Saya merasa Allah membelajarkan saya secara lebih lewat acara ini. Betapa tidak ? saya yang biasanya jadi anak acara, konseptor dan pelaksana lapangan tiba-tiba di minta untuk menjadi penanggungjawab acara yang otomatis bertanggung jawab atas keberhasilan acara ini. Saya harus bisa bersikap jauh lebih tenang daripada panitia yang lain, saya harus berfikir dengan jernih, menahan emosi, dan berusaha untuk bisa melayani kalian dengan baik, Tahukah kalian, kalau waktu itu kalian takut acara ini gagal maka mungkin saya lebih takut, lebih khawatir. Tapi saya harus menutupinya, agar kalian tetap merasa optimis dengan acara ini. Bisa dibayangin kalo saya aja udah pesimis, gimana jadinya kalian ?. hehe.
Melalui acara ini Allah sedang berusaha mendewasakan saya, membuat saya lebih dewasa dengan amanah yang lebih besar. Mungkin jika Allah tidak menakdirkan jalan ini untuk saya, maka saya tidak akan belajar makna berkorban, belajar makna kebersamaan yang lebih dalam bersama kalian.
Terimakasih, terimakasih, dan ribuan terimakasih lainnya atas semua kesabaran kalian selama bekerja sama dengan saya. Tolong dibukakan pintu maaf jika terkadang atau bahkan seringkali lisan ini melukai kalian, pandangan ini menusuk kalian, tenaga ini tidak terlalu berharga untuk memperingan beban kalian. Semoga Allah membalas segala kebaikan dan keikhlasan kalian dengan berlipat ganda.
“Seseorang yang selalu sibuk mengeluhkan keadaan, maka ia akan selalu kehilangan banyak kebahagiaan… “
pelajaran cinta :)
PELAJARAN CINTA*
Pelajaran ini mungkin tak diajarkan di ruang kelas di sekolah seperti biasanya. Pelajaran ini tak ada rumus bakunya seperti fisika atau kimia. Ini pelajaran tentang hidup manusia. Makhluk yang berada di mayapada atas perkenan Sang Maha Cinta, Allah SWT. Manusia yang terlahir karena perantaraan dua orang yang saling mencintai, insya Allah mencinta karena Allah yaitu Ibu dan Ayah kita.
Sore ini, seorang saudari tercinta mengajariku pelajaran cinta. SMS singkat yang membuka beragam pemahaman dan sudutpandang baru tentang cinta. Cinta yang harus mulai ku maknai dengan lebih dewasa, cinta yang mudah-mudahan membuatku semakin dekat dengan pemilik segala cinta. Dari sinilah pelajaran cinta itu di mulai.
“ Iva sayang, satu pesen bunda buat kamu. Kalau kamu menikah nanti, menikahlah dengan orang yang kamu cintai dan yang menyenangkan… “ Kata Bunda Kayla
Mengapa harus orang yang kita cintai? Bukan orang yang mencintai kita ?. Ini perkara yang bisa saja dipersepsi dengan amat sederhana atau rumit njelimet. Terserah darimana kita akan memandang. Bukankah dicintai seseorang itu menyenangkan? Ya, tentu saja. Menjadi orang yang dicintai berarti kita ada diposisi di sukai, di kagumi, karena ada yang special didalam diri kita. Adalah fitrah manusia untuk merasa bahagia jika ada yang mengagumi, ada yang memuji dan mencintai. Selain itu, adalah juga fitrah kita untuk merasa dicintai, dimiliki dan di akui keberadaanya oleh orang lain. Nampaknya posisi di cintai begitu menyenangkan. Tapi tak jarang pula seseorang merasa keberatan jika dicintai, ia takut ikut bertanggungjawab atas perasaan orang yang mencintainya.
Saat kita dicintai orang lain maka kita secara langsung atau tidak kita menjadi tempat berharap orang lain-harapan balasan cinta (dalam kondisi yang umum, orang ingin cintanya berbalas). Mungkin akan menjadi menyenangkan jika kita juga memiliki perasaan yang sama dengan orang yang mencintai kita. Tapi bayangkan jika tidak, kita harus belajar menegaskan itu semua. Pilihannya hanya dua, jika kita tak mau dengan cinta itu maka akhiri dengan tegas namun tanpa menyakiti. Pilihan kedua jika kita ingin belajar menerima cinta itu, maka kita harus belajar menerima cinta itu dengan apa adanya. Jangan pernah mempermainkan orang yang mencintai kita dengan cara memberikan harapan-harapan semu dan ketidakpastian dalam penantian.
Luka fisik mungkin akan mudah hilang seiring berjalannya waktu, tapi luka di hati? Tak ada yang tahu pasti kapan akan sembuhnya.
Lalu bagaimana jika kita ada dalam posisi mencinta seseorang?. Maka nikmatilah posisi itu dengan sebaik-baiknya. Pelajaran mencintai adalah paket pengajaran cinta yang paling komplit jika dijalankan dengan baik tanpa dicampuri racun pamrih. Ia berisi kesabaran, penerimaan, memberi, dan keikhlasan.
“seseorang yang telah memutuskan untuk mencintai maka ia hanya akan berfikir untuk memberi… “
Mencintai seseorang dengan cara yang baik maka harus bermodalkan kealtruistikan, bukan keegoisan. Seseorang yang telah memutuskan untuk mencintai maka ia akan selalu berusaha mendahulukan orang yang ia cintai dan mendapatkan kepuasan secara batin dari hal tersebut (altruistik). Contoh yang paling mudah didefinisikan adalah tentang cinta seorang Ibu kepada anaknya. Ibu tak pernah menuntut balasan apa-apa atas segala cinta yang ia curahkan kepada anak-anaknya, sebaliknya Ibu hanya berharap untuk kebahagiaan anak-anaknya saja.
Seperti itulah cinta yang dewasa, cinta yang tidak egois. Tidak memikirkan diri sendiri saja. Namun mencintai yang sehat juga tidak boleh selalu mengorbankan kebahagiaan pribadi, karena jika hal ini yang terjadi maka kita sudah tidak altruis lagi namun telah berlanjut kepada kepasrahan altruistic dan ini sudah tidak sehat.
Karena cinta yang dewasa berkorban untuk orang yang ia cintai dan ia merasa bahagia dengan pengorbanan tersebut.
“Cinta itu mempersilakan, atau mengambil kesempatan…”
“Yaa Muqollibal quluub, sabbit qolbii ‘alaa dinnika wa’ala too’atika subhanaka innii kuntumminadzolimiin.. “
Allah, terimakasih telah mengiznkanku merasakan keindahan cinta, keindahan mencintai..
Dan pada seterusnya, izinkan aku terus mencintaimu melalui orang yang ku cintai..
Jakarta, penghujung oktober 2010
Latifah Mahfudz
*) jika dipersepsi pada cinta lawan jenis, maka ini aku maksudkan pada pasangan yang telah menikah yaa. Pasangan yang halal n thoyyib, hehe
Pelajaran ini mungkin tak diajarkan di ruang kelas di sekolah seperti biasanya. Pelajaran ini tak ada rumus bakunya seperti fisika atau kimia. Ini pelajaran tentang hidup manusia. Makhluk yang berada di mayapada atas perkenan Sang Maha Cinta, Allah SWT. Manusia yang terlahir karena perantaraan dua orang yang saling mencintai, insya Allah mencinta karena Allah yaitu Ibu dan Ayah kita.
Sore ini, seorang saudari tercinta mengajariku pelajaran cinta. SMS singkat yang membuka beragam pemahaman dan sudutpandang baru tentang cinta. Cinta yang harus mulai ku maknai dengan lebih dewasa, cinta yang mudah-mudahan membuatku semakin dekat dengan pemilik segala cinta. Dari sinilah pelajaran cinta itu di mulai.
“ Iva sayang, satu pesen bunda buat kamu. Kalau kamu menikah nanti, menikahlah dengan orang yang kamu cintai dan yang menyenangkan… “ Kata Bunda Kayla
Mengapa harus orang yang kita cintai? Bukan orang yang mencintai kita ?. Ini perkara yang bisa saja dipersepsi dengan amat sederhana atau rumit njelimet. Terserah darimana kita akan memandang. Bukankah dicintai seseorang itu menyenangkan? Ya, tentu saja. Menjadi orang yang dicintai berarti kita ada diposisi di sukai, di kagumi, karena ada yang special didalam diri kita. Adalah fitrah manusia untuk merasa bahagia jika ada yang mengagumi, ada yang memuji dan mencintai. Selain itu, adalah juga fitrah kita untuk merasa dicintai, dimiliki dan di akui keberadaanya oleh orang lain. Nampaknya posisi di cintai begitu menyenangkan. Tapi tak jarang pula seseorang merasa keberatan jika dicintai, ia takut ikut bertanggungjawab atas perasaan orang yang mencintainya.
Saat kita dicintai orang lain maka kita secara langsung atau tidak kita menjadi tempat berharap orang lain-harapan balasan cinta (dalam kondisi yang umum, orang ingin cintanya berbalas). Mungkin akan menjadi menyenangkan jika kita juga memiliki perasaan yang sama dengan orang yang mencintai kita. Tapi bayangkan jika tidak, kita harus belajar menegaskan itu semua. Pilihannya hanya dua, jika kita tak mau dengan cinta itu maka akhiri dengan tegas namun tanpa menyakiti. Pilihan kedua jika kita ingin belajar menerima cinta itu, maka kita harus belajar menerima cinta itu dengan apa adanya. Jangan pernah mempermainkan orang yang mencintai kita dengan cara memberikan harapan-harapan semu dan ketidakpastian dalam penantian.
Luka fisik mungkin akan mudah hilang seiring berjalannya waktu, tapi luka di hati? Tak ada yang tahu pasti kapan akan sembuhnya.
Lalu bagaimana jika kita ada dalam posisi mencinta seseorang?. Maka nikmatilah posisi itu dengan sebaik-baiknya. Pelajaran mencintai adalah paket pengajaran cinta yang paling komplit jika dijalankan dengan baik tanpa dicampuri racun pamrih. Ia berisi kesabaran, penerimaan, memberi, dan keikhlasan.
“seseorang yang telah memutuskan untuk mencintai maka ia hanya akan berfikir untuk memberi… “
Mencintai seseorang dengan cara yang baik maka harus bermodalkan kealtruistikan, bukan keegoisan. Seseorang yang telah memutuskan untuk mencintai maka ia akan selalu berusaha mendahulukan orang yang ia cintai dan mendapatkan kepuasan secara batin dari hal tersebut (altruistik). Contoh yang paling mudah didefinisikan adalah tentang cinta seorang Ibu kepada anaknya. Ibu tak pernah menuntut balasan apa-apa atas segala cinta yang ia curahkan kepada anak-anaknya, sebaliknya Ibu hanya berharap untuk kebahagiaan anak-anaknya saja.
Seperti itulah cinta yang dewasa, cinta yang tidak egois. Tidak memikirkan diri sendiri saja. Namun mencintai yang sehat juga tidak boleh selalu mengorbankan kebahagiaan pribadi, karena jika hal ini yang terjadi maka kita sudah tidak altruis lagi namun telah berlanjut kepada kepasrahan altruistic dan ini sudah tidak sehat.
Karena cinta yang dewasa berkorban untuk orang yang ia cintai dan ia merasa bahagia dengan pengorbanan tersebut.
“Cinta itu mempersilakan, atau mengambil kesempatan…”
“Yaa Muqollibal quluub, sabbit qolbii ‘alaa dinnika wa’ala too’atika subhanaka innii kuntumminadzolimiin.. “
Allah, terimakasih telah mengiznkanku merasakan keindahan cinta, keindahan mencintai..
Dan pada seterusnya, izinkan aku terus mencintaimu melalui orang yang ku cintai..
Jakarta, penghujung oktober 2010
Latifah Mahfudz
*) jika dipersepsi pada cinta lawan jenis, maka ini aku maksudkan pada pasangan yang telah menikah yaa. Pasangan yang halal n thoyyib, hehe
Kamis, 14 Oktober 2010
Inspirasi by HK (Hellen Keller)
Gamau bahas kisahnya HK, karena mungkin semua udah tau. Gue aja yang suka norak, nonton dvdnya mpe berkali-kali. haha
cuma mau share quote nya ja, dapet dari bukunya siapa ya tadi pas baca di perpus diknas (pikun.com) gini nih katanya :
" Pintu kebahagiaan itu banyak. Jika ada satu yang tertutup maka akan ada pintu kebahagiaan yang lain yang akan terbuka. Hanya sayangnya kita seringkali berlama-lama menatapi pintu yang sudah tertutup itu. Sehingga kita takbisa melihat pintu baru itu...." (HK)
hmmmmmmmmmmmmmm...
Yayaaya, kita seringnya hanya fokus pada kegagalan yang kita lami, pada kekurangan yang kita miliki, pada kesedihan yang menghampiri.
Kita suka lupa kalo hidup itu gaaaa akan selanya sedih, ga akan selamanya gagal, ga akan selanya jadi orang lemah.
Kenapa???
Karena ada banyak kebahagiaan lain yang menanti kita, ada banyak keadaan baik yang harus kita ciptakan dan rasakan.
Ada banyak hal-hal yang lebih positif yang harus kita optimalkan
Kata Ratih Sang (kata pengantar di REmbulan tenggelam diwajahmu), " kita tak boleh punya waktu untuk berandai-andai"
Tak boleh berandai-andai atas takdir yang telah ditetapkan-dan telah terjadi pada diri kita. Smua yang di berikan oleh Allah itu adalah rencana yang sebaik-baiknya rencana. Kita hanya boleh merubah takdir yang belum terjadi: dengan berbuat baik, melakukan kebaikan dengan ikhlas. tulus.
Quote terakhir dari (lupa lagi buku apa):
"kebaikan itu adalah mata uang yang berlaku di seluruh dunia"
*kok, ga nyambung ya tulisannya??
Yowis gapaapa, yag penting bisa diambil manfaatnya yahhh.
hehehehe
(senyum gajelas)
Salam. LAlaTitiFaFaH
cuma mau share quote nya ja, dapet dari bukunya siapa ya tadi pas baca di perpus diknas (pikun.com) gini nih katanya :
" Pintu kebahagiaan itu banyak. Jika ada satu yang tertutup maka akan ada pintu kebahagiaan yang lain yang akan terbuka. Hanya sayangnya kita seringkali berlama-lama menatapi pintu yang sudah tertutup itu. Sehingga kita takbisa melihat pintu baru itu...." (HK)
hmmmmmmmmmmmmmm...
Yayaaya, kita seringnya hanya fokus pada kegagalan yang kita lami, pada kekurangan yang kita miliki, pada kesedihan yang menghampiri.
Kita suka lupa kalo hidup itu gaaaa akan selanya sedih, ga akan selamanya gagal, ga akan selanya jadi orang lemah.
Kenapa???
Karena ada banyak kebahagiaan lain yang menanti kita, ada banyak keadaan baik yang harus kita ciptakan dan rasakan.
Ada banyak hal-hal yang lebih positif yang harus kita optimalkan
Kata Ratih Sang (kata pengantar di REmbulan tenggelam diwajahmu), " kita tak boleh punya waktu untuk berandai-andai"
Tak boleh berandai-andai atas takdir yang telah ditetapkan-dan telah terjadi pada diri kita. Smua yang di berikan oleh Allah itu adalah rencana yang sebaik-baiknya rencana. Kita hanya boleh merubah takdir yang belum terjadi: dengan berbuat baik, melakukan kebaikan dengan ikhlas. tulus.
Quote terakhir dari (lupa lagi buku apa):
"kebaikan itu adalah mata uang yang berlaku di seluruh dunia"
*kok, ga nyambung ya tulisannya??
Yowis gapaapa, yag penting bisa diambil manfaatnya yahhh.
hehehehe
(senyum gajelas)
Salam. LAlaTitiFaFaH
Buku, buku, buku
Kadang aku suka kesetanan kalo ngeliat tumpukan buku, berderet2 di rak toko buku paling gede di matraman itu. GRAMEDIA
Rasanya pengen dibeli semua, tapi apatah daya..
kantong mahasiswa harus selalu prihatin.
Ya sudahlah kalo kata si bondan (Bukan)winarn mah
baca gratisan juga asyik
Yup...
dapet 3 buku.
Tere LIye,
Komik cantik
dan Buku masak. Gratis dong.
hahaha :P
Rasanya pengen dibeli semua, tapi apatah daya..
kantong mahasiswa harus selalu prihatin.
Ya sudahlah kalo kata si bondan (Bukan)winarn mah
baca gratisan juga asyik
Yup...
dapet 3 buku.
Tere LIye,
Komik cantik
dan Buku masak. Gratis dong.
hahaha :P
Gadis rapuh ini Tuhan, ingin Kau peluk
Jauhlah jika kata sempurna yang ingin ku cecap.
Mungkin ke garis bayangMu saja aku tak mampu beringsut
Gadis ini Tuhan...
Kadang serapuh remah roti yang tertiup angin-kerontang dan terkulai lemas.
Tuhan, kadang aku ingin bertanya padaMu: kapan sih lelaki langit itu datang?
Apa ia akan datang bersama cahaya subuhMu yang tenang itu?
Atau ia menungguku di punggung senja yang terkuas tinta warna jingga?
Aku hanya ingin tahu sedikit saja tentangnya, Tuhan..
Sedikit saja..
Agar aku tak sering berandai-andai,
agar aku tak menggumam sebuah nama.
Ah,nama itu Tuhan..
Tak juga mau enyah dari benakku sejak tahunan lalu
sampai aku lupa kapan persisnya itu.
Yang pasti waktu itu aku berterimakasih padaMu tlah mengenalkanku pada rasa itu.
Tuhan, gadis rapuh itu sempurna tergugu..
menangis sebentar saja-nanti disambung disepertiga malam ya, Tuhan
Peluk aku lagi, seperti malam-malam biasanya...
Saat aku merasa tak rapuh lagi.
Bagaimana bisa aku merasa rapuh dalam pelukan MahaHangat milik tanganMu ?
Mungkin ke garis bayangMu saja aku tak mampu beringsut
Gadis ini Tuhan...
Kadang serapuh remah roti yang tertiup angin-kerontang dan terkulai lemas.
Tuhan, kadang aku ingin bertanya padaMu: kapan sih lelaki langit itu datang?
Apa ia akan datang bersama cahaya subuhMu yang tenang itu?
Atau ia menungguku di punggung senja yang terkuas tinta warna jingga?
Aku hanya ingin tahu sedikit saja tentangnya, Tuhan..
Sedikit saja..
Agar aku tak sering berandai-andai,
agar aku tak menggumam sebuah nama.
Ah,nama itu Tuhan..
Tak juga mau enyah dari benakku sejak tahunan lalu
sampai aku lupa kapan persisnya itu.
Yang pasti waktu itu aku berterimakasih padaMu tlah mengenalkanku pada rasa itu.
Tuhan, gadis rapuh itu sempurna tergugu..
menangis sebentar saja-nanti disambung disepertiga malam ya, Tuhan
Peluk aku lagi, seperti malam-malam biasanya...
Saat aku merasa tak rapuh lagi.
Bagaimana bisa aku merasa rapuh dalam pelukan MahaHangat milik tanganMu ?
Langganan:
Postingan (Atom)